DESA TLEMANG – Suasana penuh keharuan dan gelombang emosi tak terbendung mewarnai sudut-sudut pemukiman warga Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Usai gelaran TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan secara resmi ditutup, momen perpisahan yang sangat menyentuh hati terjadi saat para prajurit TNI anggota Satgas TMMD berpamitan kepada keluarga dan orang tua asuh yang selama satu bulan penuh menjadi rumah tinggal mereka.
Satu per satu prajurit mengemas perlengkapan dinasnya, melangkah keluar pintu rumah, lalu menjabat tangan dan memeluk erat orang tua asuh mereka. Senyum, linangan air mata, serta doa-doa ketulusan terucap mengiringi langkah para prajurit yang akan kembali ke kesatuan masing-masing.
Selama satu bulan pelaksanaan program TMMD ke-129, para prajurit Satgas tidak tinggal di tenda-tenda barak, melainkan membaur dan menginap di rumah-rumah warga setempat. Kebersamaan saban hari—mulai dari makan bersama di satu meja, bersenda gurau di teras rumah usai bekerja keras melipat jalan beton, hingga saling berdiskusi tentang kehidupan—telah menempa ikatan kekeluargaan yang begitu erat melebihi hubungan tamu dan tuan rumah.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD 129 yang juga Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo, menggarisbawahi pentingnya nilai humanis dalam pola orang tua asuh ini.
”Pemandangan hari ini membuktikan bahwa Kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan ikatan batin yang sangat nyata. Selama satu bulan, prajurit kami tidak hanya menginap, tetapi telah menjadi bagian dari anggota keluarga warga Desa Tlemang. Isak tangis dan peluk hangat saat berpamitan menjadi bukti betapa dalamnya rasa saling menyayangi antara TNI dan rakyat. Walaupun tugas fisik TMMD 129 telah selesai dan prajurit kembali ke kesatuan, tali silaturahmi ini akan abadi selamanya,” ungkap Letkol Inf Deni Suryo dengan nada haru.
Keharuan begitu terasa di salah satu rumah warga yang menjadi tempat tinggal prajurit. Seorang ibu angkat tidak sanggup menahan air matanya saat menggenggam erat tangan prajurit muda yang hendak menaiki truk pengangkut personel.
Ibu Karsi (52), salah seorang orang tua asuh di Dusun Bakon, Desa Tlemang, menuturkan rasa kehilangan yang mendalam saat memeluk prajurit yang selama ini ia anggap seperti anak kandungnya sendiri.
”Satu bulan terasa cepat sekali, Pak. Setiap hari mereka bantu kami, santun, dan rame di rumah. Sudah seperti anak kandung saya sendiri. Hari ini rasanya berat sekali lepas mereka kembali ke markas. Saya cuma bisa mendoakan semoga anak-anak TNI ini selalu diberi keselamatan, kesehatan, dan sukses dalam bertugas. Pintu rumah kami di Desa Tlemang akan selalu terbuka kapan saja kalau mereka mau main ke sini lagi,” tuturnya sembari mengusap air mata.
Dengan lambaian tangan dari balik jendela kendaraan dinas dan balasan senyuman dari warga yang berdiri di tepi jalan desa, pasukan Satgas TMMD 129 Kodim 0812/Lamongan resmi meninggalkan Desa Tlemang. Mereka tidak hanya meninggalkan jejak peninggalan fisik berupa jalan dan tandon air yang kokoh, melainkan juga kenangan manis dan tali kasih persaudaraan yang tak akan pernah terputus.
