Pidie – Pembangunan desa melalui TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur. Perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi bagian penting dalam program tersebut, salah satunya melalui rehabilitasi lima Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kelima rumah yang berada di wilayah sasaran TMMD telah selesai direhabilitasi dan secara resmi diserahkan kepada penerima manfaat pada momentum Penutupan TMMD ke-129 di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Kamis (13/8/2026).
Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran bersama unsur Forkopimda Kabupaten Pidie menyerahkan langsung kunci rumah kepada lima warga penerima manfaat, yakni Nyak Ubit (65), Umar Amin (49), Mulya Nanda (42), Muhammad Amin (56), dan Rabunmah (62).
Rehabilitasi RTLH tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi hunian masyarakat. Rumah yang sebelumnya kurang layak diperbaiki agar dapat memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Pelaksanaan pembangunan melibatkan Satgas TMMD bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pembangunan desa membutuhkan sinergi berbagai pihak.
Kegiatan RTLH juga mempertegas bahwa orientasi TMMD tidak semata-mata mengejar pembangunan fisik berupa jalan atau fasilitas umum. Peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program tersebut.
Bagi lima keluarga penerima, rumah yang telah selesai direhabilitasi menjadi manfaat yang akan dirasakan dalam jangka panjang. Hunian yang lebih layak memberikan ruang yang lebih nyaman bagi keluarga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Penyerahan kunci menjadi penutup rangkaian pembangunan sekaligus bukti kehadiran TNI dalam membantu masyarakat. Melalui TMMD, semangat membangun negeri dari desa diwujudkan dengan menyentuh langsung kebutuhan warga.
Lima rumah tersebut menjadi salah satu warisan nyata TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie dalam mendorong peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat pedesaan.
